Fariduddin Attar – Musyawarah Burung

Rp72,000 Rp61,200

Dianggap oleh Rumi sebagai “penguasa” puisi mistik Sufi, Attar terkenal berkat puisi epiknya Musyawarah Burung, sebuah kisah alegoris tentang pencarian kebenaran melalui Tuhan. Dia menceritakan perjalanan burung-burung dunia untuk mencari Simurgh yang misterius, raja mereka. Anekdot dan humor Attar memadukan yang agung dengan yang duniawi, yang spiritual dengan yang duniawi, sementara puisinya mencontohkan pelarian jiwa dari pelukan pemikiran rasional. Konon karya Attar memiliki pengertian lebih dalam tentang alam pikiran sufi dibandingkan seluruh sajak dan prosa yang ada sesudah dia meninggal.

Kategori:

Deskripsi

ISBN: 978-602-50848-8-1
Halaman: xiii + 188
Penulis:
 Fariduddin Attar
Judul: Musyawarah Burung
Penerjemah: Hartojo Andangdjaja


Baca artikel terkait:


Fariduddin Abu Hamid Muhammad bin Ibrahim
lebih dikenal dengan nama Attar, si penyebar wangi. Meski sedikit yang diketahui dengan pasti tentang hidupnya, namun agaknya dapat dikatakan bahwa ia dilahirkan pada tahun 1120 Masehi dekat Nisyapur di Persia Barat-Laut (tempat kelahiran Omar Khayyam). Tarikh wafatnya tak diketahui dengan pasti, tetapi dapat diperkirakan sekitar tahun 1230, sehingga ia hidup sampai usia seratus sepuluh tahun. Sebagian besar dari apa yang diketahui tentang dirinya bersifat legendaris, juga kematiannya di tangan seorang perajurit Jenghis Khan.

Semasa hidupnya, selain menulis Musyawarah Burung sebagai buah tangannya yang paling masyhur, ia juga menulis prosa yang tak kurang tenarnya: Kenang-kenangan Para Sufi dan Buku Bijak Bestari.

Informasi Tambahan

Berat 0.2 kg
Dimensi 13 × 20 × 1.2 cm