Posted on

Dr. Meyerfeld yang baik, adalah kegembiraan bagi saya untuk bisa mempersembahkan edisi baru De Profundis ini buat Anda. Tapi untuk Anda saya tidak berpikir kalau buku ini akan pernah terbit. Ketika pertama kali Anda menanyakan tentang manuskrip yang Anda dengar pernah ditulis Wilde di penjara, saya jelaskan pada Anda secara sambil lalu bahwa kelak suatu saat saya berharap untuk menerbitkan sebagian dari manuskrip itu sesuai dambaan penulisnya; meski saya pikir akan gegabah kalau ide itu ditindaklanjuti saat itu juga. Namun begitu Anda memohon agar publik Jerman (yang sangat mengagumi drama-drama Wilde) harus diberi kesempatan melihat karya baru salah satu penulis favorit mereka itu. Dengan enggan saya memberi respon positif dan berjanji—kalau ada waktu luang—untuk menyeleksi beberapa bagian karya yang kira-kira akan memikat perhatian publik. Saya takut kalau saya telah menunda apa yang bagi saya merupakan separuh tugas-separuh beban itu. Hanya kunjungan dan permohonan Anda melalui suratlah (jujur saja, awalnya saya benci surat itu) yang akhirnya bisa membuat tujuan Anda tercapai. Tidaklah mungkin menerbitkan karya itu di Inggris; tapi setelah mengirimkan pada Anda satu salinan untuk diterjemahkan dalam Die Neue Rundschau terpikirlah oleh saya bahwa publikasi secara berbarengan atas karya orisinalnya akan memuaskan teman-teman dan pengagum Wilde di Inggris yang selama ini menyimpan rasa penasaran. Keputusan ini tidak akan tercapai tanpa adanya kekhawatiran, karena sejumlah alasan yang hanya perlu disinggung sedikit di sini. Nama Wilde sayangnya tidak cukup membawa kenangan indah di telinga orang Inggris: posisi literernya—kecuali dalam hal kesuksesan dramatik—ternyata diabaikan oleh para pengagum Tn. Ruskin, dan mereka tak bisa memisahkan antara si manusia dan si seniman—benar salahnya hal itu bukanlah kapasitas saya untuk menentukan. Di Jerman dan Prancis, tempat toleransi dan antusiasme literer lebih tersebar merata, karya Wilde diadili murni sebagai ciptaan, seperti apa pun sejarah hidupnya. Salome yang disensor di Inggris telah menjadi bagian dari repertoar panggung di Eropa daratan jauh sebelum drama terindahnya itu menginspirasi pula karya opera Dr. Strauss; sedangkan karya-karya lainnya—dipergelarkan di pelosok Inggris tanpa menyebut namanya—masih dilarang di berbagai panggung teater kota London. Bakat inteleknya itu jika tidak ditolak pastilah dilupakan. Wilde (yang dalam De Profundis menggambarkan dengan jelas hilangnya posisi diri di Inggris dan tak melihat masih tersisanya reputasi dirinya di Eropa untuk masa ke depan) menilai dengan cukup akurat titik nadir tempat ia berada ketika bilang bahwa namanya menjadi sinonim dari kebodohan.

Dengan mengirimkan salinan naskah manuskrip ini kepada Tuan Methuen (memang saya menyampaikannya secara resmi kepada beliau) saya sudah berjaga-jaga akan adanya penolakan, seolah itu karya saya sendiri. Namun seorang pria yang sangat terpandang di dunia sastra yang berperan sebagai pembaca karya-karya Wilde ini menyebut bahwa tawaran naskah ini diterima, dengan catatan agar beberapa bagian dihilangkan mengingat ketidakpastian akan tanggapan pembaca—dan hal ini dengan segera saya setujui. Setelah terbit di Jerman, ada permintaan agar bagian yang dihilangkan ini dimunculkan kembali, sehingga mereka kembali ke tempatnya semula bersama detail-detail penting lainnya. Selain itu saya sertakan pula beberapa surat Wilde buat saya dari penjara Reading, yang meski dibawa oleh Anda dari Jerman saya tidak—awalnya—berencana menerbitkannya di negara ini. Surat-surat ini menggambarkan berbolak-baliknya suasana hati Wilde di penjara. Karena satu kesalahan bodoh saat transkripsi, surat-surat yang saya kirimkan pada Anda ini meleset dalam hal pencantuman tanggalnya—karena di sana justru tertulis tanggal untuk surat-surat lain yang belum terpublikasikan. Dalam kesempatan inilah kesalahan itu diluruskan. Berkat kebaikan hati editor dan pengurus The Daily Chronicle, telah saya sertakan agar dimuat di surat kabar itu dua kontribusi luar biasa tentang kehidupan di penjara: surat-surat ini dan The Ballad of Reading Gaol adalah yang ditulis oleh Wilde setelah ia dibebaskan, di luar korespondensi privatnya. Diterimanya tawaran naskah De Profundis ini telah menentukan dipersiapkannya satu edisi baru yang lebih utuh. Harapan paling optimistik itu akhirnya tercapai; kritikus Inggris menunjukkan diri mereka siap untuk memperhitungkan penulis ini, mendukung maupun mencela, tanpa menekankan rasa curiga akibat sejarah hidupnya, bahkan sehubungan dengan buku ini, tempat dukungan maupun celaan sama-sama mewujud dalam bentuk komentar. Karya ini tentu saja telah menjumpai berbagai kritik keras, terutama dari mereka golongan ‘katak dalam tempurung’.

Tapi demi bersikap adil pada pengarangnya dan diri sendiri, ada dua poin yang harus saya perjelas: judul De Profundis yang memancing berbagai kritik remeh itu—Anda akan ingat kalau membaca surat saya—adalah pilihan saya sendiri; untuk hal ini saya tak meminta maaf. Lalu ada segolongan orang (termasuk pula seorang pengarang Prancis terkenal) menyanjung saya dengan tuduhan tak langsung bahwa naskah itu cuma tiruan buah karya saya sendiri atau kutipan surat-surat Wilde pada saya. Andai saya menguasai seni atau kecurangan maha penting itu, seharusnya sekarang ini saya sudah punya nama di dunia sastra. Saya hanya ingin bilang di sini bahwa De Profundis adalah manuskrip delapan puluh halaman yang ditulis dengan huruf-huruf rapat pada dua puluh helai kertas folio; bahwa ia dibangun dalam bentuk surat untuk seorang teman yang bukan saya; bahwa ia ditulis di atas kertas folio berstempel biru pemberian penjara selama enam bulan terakhir keberadaan si penulis di sana. Acuan dan petunjuk ke arah itu bisa ditemukan dalam surat-surat Wilde kepada saya dan dicetak dalam kumpulan ini. Wilde menyerahkan pada saya dokumen itu pada hari ketika ia dibebaskan; ia tak diperkenankan mengirimkannya pada saya dari penjara. Kecuali Mayor Nelson—kepala Penjara Gaol, saya, dan seorang juru ketik terpercaya, tak seorang pun pernah membaca seluruh manuskrip ini. Berkebalikan dengan kesan umum, tak tercium apa pun bau skandal dari naskah ini. Tak ada skema tertentu atau rumusan atas karya ini, karena gagasan Wilde terus berkembang dan terus-menerus berubah; pembicaraannya meloncat-loncat; banyak porsi pembicaraan itu yang berkenaan dengan bisnis dan urusan pribadi yang tak memancing minat orang. Namun manuskrip itu telah Anda lihat dan buktikan sendiri keontetikannya, juga oleh Tn. Methuen, dan Tn. Hamilton Fyfe ketika beliau menjadi editor Daily Mirror, pihak tempat manuskrip ini ditujukan.

Egoisme seorang editor telah menggiring saya untuk membikin pengantar ini lebih panjang dari niat sebelumnya, tapi harus saya jawab satu pertanyaan: baik Anda maupun teman-teman lain bertanya kenapa saya tidak menulis buku riwayat hidup Wilde. Bisa saya sebutkan dua alasan: saya tak mampu melakukan itu, dan Tn. Robert Sherard telah dengan kompeten menyuplai kekurangan saya. Buku Tn. Sherard menghimpun segala fakta penting karier Wilde; kesalahan dalam buku itu tak perlu dibesar-besarkan, kecuali saat si penulis memuji saya secara berlebihan. Meski begitu pandangan dia tentang Wilde bukanlah pandangan saya, terutama berkenaan dengan kesedihan Wilde setelah ia dibebaskan. Bahwa Wilde menderita berkali-kali akibat kemiskinan absolut dan sangat terasing dari masyarakat, itu saya tahu benar; tapi pembawaan dia pada dasarnya periang, dan saya pikir semangat dan minatnya akan hidup jauh melebihi kenangan pahit apa pun atau kesadaran akan posisinya yang perlu dipertanyakan dan tragis. Tak ragu lagi tragedi hidup ia rasakan bagaikan sembilu, namun sebagaimana umumnya orang ia menyembunyikan perasaannya, dan perwujudan dari tragedi hidup itu hanya bertahan beberapa hari. Bagaimanapun ia adalah seorang pria dengan banyak sisi karakter, dan ia meninggalkan—baik sebelum maupun setelah kejatuhannya- kesan berbeda-beda dalam pandangan banyak orang. Perlu kecakapan seorang Boswell, Purcell, atau Robert Browning untuk merangkum seluruh kepribadian Wilde dalam sebuah buku. Teman saya Tn. Sherard kiranya akan mengklaim bahwa kejeniusan menulis biografi hanyalah dimiliki Dr. Johnson; apalagi saya—yang sama sekali tak punya bakat seorang Theophrastus. Percayalah, memang begitu adanya, Tn. Meyerfeld. Salam hormat,

31 Agustus 1907
Robert Ross

(Foto Robert Ross, 1911)


Esai ini dimuat sebagai pengantar dalam De Profundis karya Oscar Wilde.