Posted on

Datang rusa betina menjual bunga-bunga yang baru dipetik,
Bertambah indah bunga-bunga itu karena pemajangannya yang menarik:
Dengan lengan penuh bunga-bunga anemon dan mawar cemerlang,
Berkata dia, “Tidakkah anda ingin membeli kembang?”
“Aku ingin membeli bungamu yang paling indah,”
kataku, “dan biar kuhabiskan segala milikku untuk itu.”
Berkata dia, “Kalau begitu belilah anemon yang serupa piala anggur atau bibir dara.”
“Tidak,” kataku. Berkata dia, “Kalau begitu belilah mawar jelita, benar, ini ratu segala bunga.”
“Tidak,” kataku. Berkata dia, “Maka belilah, kalau mau, bunga leli, yang bersemarak dalam warna putih salju.”
“Tidak,” kataku. Berkata dia, “Kalau begitu, belilah bunga melati, yang indah dengan warna fajar dinihari.”
“Tidak,” kataku. Berkata dia, “Maka belilah bunga narsis saja, berbintik-bintik keemasan dengan warna putih perak selingkarnya.”
“Tidak,” kataku. Berkata dia, “Belilah bunga pacar saja.”
Aku menolak, dan dengan pandang disipitkan dan leher ditelengkan,
Berkata dia, “Sudahlah; tak ada lagi yang bisa kutawarkan.”
Kataku, “Masih ada bunga pipimu.”
Berkata dia, “Bunga pipi, berapa harga untuk itu yang mesti anda bayar, tak kutahu.”
“Seluruh diriku,” kataku.
Berkata dia, “Keuntungan apa yang mungkin anda peroleh darinya, dengan kehilangan diri anda pula?”
Kataku, “Dari pembelian itu akan kudapatkan gairah hati yang lebih berharga daripada segala keuntungan. Sungguh, itulah kenikmatan paling mulia yang menuju ke arah fana paling sempurna; kenikmatan mabuk yang mencapai puncaknya ketika yang jujur menyimpang dari jalannya; batas paling jauh dari perjalanan yang bisa kujelang setelah melampaui segala batas yang menghalang.”

AL-NAJAFI
(Lukisan ‘Flowers’ karya Andy Warhol)


Puisi ini dimuat dalam Puisi Arab Modern.