Posted on

“Aku suka lelaki seusiamu,” kata Hildegarde kepadanya. “Anak-anak muda begitu tolol. Mereka bilang kepadaku be­rapa banyak sampanye yang mereka minum di kampus, dan berapa banyak uang yang mereka buang dalam permainan kartu. Lelaki seusiamu tahu bagaimana menghargai wanita.”

Benjamin merasa dirinya berada di ujung lamaran—dengan upaya keras dia menahan dorongan itu. “Kamu di usia romantis,” Hildegarde melanjutkan—“lima puluh tahun. Dua puluh tahun terlalu duniawi pandangannya; tiga puluh tahun mudah pucat karena kebanyakan kerja; empat puluh tahun adalah pengalaman panjang yang jika diceritakan menghabiskan sekotak cerutu; enam puluh adalah—oh, enam puluh terlalu dekat dengan tujuh puluh; tapi lima pu­luh adalah usia matang. Aku suka lima puluh.”

Lima puluh tampak sebagai usia kejayaan bagi Benjamin. Dia sangat merindukan usia lima puluh tahun.

“Aku selalu katakan,” lanjut Hildegarde, “bahwa aku lebih suka menikah dengan lelaki lima puluh tahun dan diurus ketimbang menikah dengan lelaki tiga puluh tahun dan mengurus dia.”

Bagi Benjamin sisa malam itu bermandikan kabut berwarna madu. Hildegarde memberinya kesempatan dua dansa lagi, dan mereka mendapati diri mereka saling cocok atas semua obrolan hari itu. Hildegrde akan berpesiar dengan kereta kuda bersamanya hari Minggu depan, dan mereka akan membahas semua obrolan itu lebih lanjut.

Pulang dengan mengendarai phaeton tepat sebelum fajar menyingsing, ketika lebah-lebah pertama mendengung, dan bulan yang memudar menyiramkan cahaya ke embun dingin, samar-samar Benjamin mendengar ayahnya sedang membicarakan bisnis grosir perkakas.

“… Dan menurutmu apa yang pantas mendapat perha­tian terbesar kita setelah palu dan paku?” kata Button senior.

“Cinta,” jawab Benjamin asal-asalan.

“Baja?” seru Roger Button, “Hey, aku bukan bicara soal material.”

Benjamin memandang ayahnya dengan mata berkunang-kunang ketika langit timur tiba-tiba merekah bersama cahaya, dan seekor kepodang menguap nyaring di sebatang pohon rowan …


Diambil dari cerita Kisah Ajaib Benjamin Button, halaman 21-22.