Posted on
Khotbah pertama

Ketika pertama kali ditunjuk sebagai imam masjid, Nasruddin Hodja berdiri di mimbar dan bersiap untuk memberikan ceramah. Para jamaah sangat penasaran ingin mendengar khotbahnya. Tapi sebenarnya Nasruddin belum siap untuk menyampaikan apa pun.

“Apakah kalian tahu apa yang akan kusampaikan hari ini?” ia bertanya.

“Tidak, Hodja Effendi, kami belum tahu,” kata mereka.

“Jika kalian belum tahu,” kata Nasruddin, “maka aku pun takkan menyampaikannya untuk kalian,” dan setelah itu ia turun dan meninggalkan masjid, meninggalkan para jamaah yang kebingungan dengan sikap anehnya.

Hari berikutnya, ketika datang waktu untuk ceramah, Nasruddin kembali ke atas mimbar menghadap jamaah.

“Apakah kalian tahu apa yang akan kusampaikan kali ini?” ia bertanya. Belajar dari pengalaman hari kemarin, kali ini para jamaah berkata:

“Ya, Hodja Effendi, kami sudah tahu!”

“Hm, kalau begitu karena kalian sudah tahu maka aku tak perlu lagi menyampaikannya untuk kalian!” dan dengan kata-kata itu ia turun mimbar. Para jamaah kembali kebingungan.

Hari ketiga, Nasruddin kembali naik ke mimbar dan mengajukan pertanyaan yang sama.

Para jamaah tak ingin Nasruddin Hodja turun mimbar tanpa menyampaikan ceramah. Maka sebagian jamaah berkata “sudah” sementara sebagian lagi menjawab “belum.”

“Kalau begitu,” kata Nasruddin, “mereka yang tahu harus menerangkan pada mereka yang belum tahu.”

Kemudian ia turun mimbar dan meninggalkan masjid.


Cerpen ini dimuat dalam Kumpulan Humor karya Nasruddin Hodja.