Posted on
Dunia Fabel Aesop

Aesop (abad 6 SM) adalah pengarang fabel atau cerita-cerita binatang Yunani. Fabel-fabel itu sebagian besar diceritakan secara lisan, tapi beberapa yang lain digubah dalam bentuk sajak oleh Babrius (abad 3 M) dan yang lain diterjemahkan ke dalam bahasa Latin oleh Phaedrus (abad 1 M) dan Avianus (abad 4 M). Cerita-cerita itu menjadi terkenal di barat pada masa Renaissans abad 14. Erasmus membuat edisi latinnya pada tahun 1513 dan sejak saat itu edisi ini banyak digunakan di sekolah-sekolah. Cerita-cerita ini banyak ditiru dan diadaptasi mulai abad 18 hingga sekarang.

Bukan sekadar kisah moral, sebagian besar fabel-fabel Aesop sesungguhnya adalah alegori politik, menggambarkan betapa golongan yang kuat selalu berusaha menguasai, mengendalikan, dan bahkan menghancurkan golongan yang lebih lemah. Kisah persekutuan dan pengkhianatan sangat jamak kita dapati, dan aroma penindasan pun bergaung kuat dalam fabel-fabelnya. Ini sangat wajar, mengingat Aesop sendiri adalah seorang budak. Ia dibebaskan dari belenggu ini semata berkat kecerdasannya dalam menggubah ratusan fabel.

Tidak sedikit pula di antara ratusan fabel itu yang mempunyai kesamaan motif cerita, dan pembedanya hanyalah jenis karakter binatang yang terlibat di dalamnya. Menghadapi hal demikian, penerjemah mempertahankan salah satu fabel dan mengeliminasi varian-variannya.

Setting hutan dalam fabel-fabel Aesop bukan sebatas sebuah wilayah fisik yang dihuni satwa liar dan pepohonan. Bagi Aesop, hutan berarti pula sebuah keluarga, sebuah desa, kota, negara, atau bahkan dunia.

***

oleh Nurul Hanafi


Esai ini dimuat sebagai Kata Pengantar dalam Kumpulan Fabel karya Aesop.