Posted on

Seekor burung hantu bernama Tua Bijak mendirikan sebuah sekolah. Siapa saja bisa masuk ke sekolahnya dan belajar berbagai hal. Setelah beberapa lama ia ingin tahu perkembangan yang mereka capai dalam pelajaran. Maka ia pun mengajukan beberapa pertanyaan.

Pertanyaan pertama adalah, “Kenapa bulan bersinar di langit?”

Si bulbul menjawab, “Agar aku bisa bernyanyi sepanjang malam untuk kekasihku, si mawar, di bawah cahayanya yang menyenangkan.”

Si lili menjawab, “Agar aku bisa membuka kelopak bungaku, dan menikmati cahayanya yang penuh cinta dan menyegarkan.”

Si kelinci menjawab, “Agar di pagi harinya bisa terkumpul embun yang banyak untuk kulahap.”

Si anjing menjawab, “Agar aku bisa memergoki para maling yang berkeliaran di sekitar rumah tuanku.”

Si kunang-kunang menjawab, “Itu karena dia benci cahayaku; jadi dia bikin cahayaku kalah terang.”

Si rubah menjawab, “Agar aku bisa dengan jelas melihat jalan ke arah kandang ayam.”

“Cukup!” kata Tua Bijak. “Hanya ada satu bulan yang bersinar si langit, namun betapa banyak yang merasa paling diuntungkan! Memang, setiap pribadi memiliki kepentingan sendiri-sendiri!”


Cerpen ini dimuat dalam Fabel-Fabel India.